
Tips & Trik TikTok Ads Anti Boncos (Wajib Dicoba!)
Banyak advertiser mengeluh TikTok Ads cepat habis budget tapi hasil minim. Padahal, masalahnya sering bukan di TikTok-nya, melainkan di strategi iklan yang kurang tepat.
Berikut ini tips dan trik anti boncos yang sudah terbukti efektif untuk pemula maupun advertiser yang ingin scaling.
1. Jangan Langsung Jualan di Awal
Kesalahan paling umum adalah hard selling dari detik pertama.
Ingat, pengguna TikTok datang untuk hiburan, bukan belanja.
Solusi:
- Awali dengan masalah atau fakta
- Bangun rasa penasaran
- Jualan di tengah atau akhir video
Contoh hook:
“Kenapa banyak iklan TikTok gagal padahal budget besar?”
2. 3 Detik Pertama = Penentu Nasib Iklan
Jika 3 detik pertama gagal menarik perhatian, iklan kamu akan “dibunuh” algoritma.
Trik ampuh:
- Tampilkan teks besar di awal
- Gunakan gesture / ekspresi
- Potong video cepat (cut to cut)
Target ideal:
- Hold 2–3 detik pertama
- Video durasi 15–30 detik
3. Gunakan Gaya Video Organik (Bukan Iklan TV)
Video yang terlihat seperti iklan formal akan sulit perform.
Gunakan format:
- Storytelling
- POV (Point of View)
- Edukasi singkat
- Testimoni real
- Screen recording + narasi
👉 Semakin mirip konten FYP, semakin murah iklannya.
4. Jangan Terlalu Sempit Saat Targeting
Targeting terlalu detail justru membuat iklan mahal.
Rekomendasi:
- Gunakan interest broad
- Biarkan algoritma belajar
- Hindari banyak layer interest di awal
Contoh:
❌ Pria 25–30, minat A, B, C, D
✅ Pria & wanita 20–45, 1–2 interest utama
5. Testing Lebih Penting dari Budget Besar
Iklan boncos sering terjadi karena:
“Cuma pakai 1 video, 1 angle”
Strategi aman:
- 1 campaign
- 1 ad group
- 3–5 video berbeda
- Hook & angle berbeda
Biarkan TikTok memilih iklan terbaik.
6. Jangan Matikan Iklan Terlalu Cepat
Banyak advertiser panik padahal algoritma belum stabil.
Aturan aman:
- Tunggu 24–48 jam
- Minimal 1.000–2.000 impression
- Evaluasi CTR, CPC, dan Watch Time
Matikan iklan hanya jika:
- CTR < 0,5%
- Watch time sangat rendah
7. Gunakan Objective yang Tepat
Salah pilih objective = boncos.
Rekomendasi:
- Awareness → untuk branding
- Traffic → testing awal
- Leads → jasa & WhatsApp
- Conversion → toko online
👉 Jangan jualan tapi pakai objective Awareness.
8. Perhatikan Landing Page & WhatsApp
Iklan bagus tapi konversi nol?
Masalahnya sering ada di landing page.
Pastikan:
- Loading cepat
- Copywriting jelas
- CTA tegas
- WhatsApp aktif & fast response
9. Pakai Akun TikTok Ads yang Sehat
Akun bermasalah bikin:
- CPM mahal
- Iklan sering reject
- Risiko suspend
Ciri akun sehat:
- Verified, tentunya kamu bisa beli akun verified disini
- Payment method aman
- Tidak sering ganti data
- Riwayat iklan bersih
10. Analisa Data, Bukan Perasaan
Jangan optimasi pakai feeling.
Pantau metrik utama:
- CTR (klik)
- CPC (biaya klik)
- CPM (biaya tayang)
- Watch time
- Conversion rate
📌 Fokus scale iklan yang:
- CTR tinggi
- CPC rendah
- Watch time bagus
Kesimpulan
TikTok Ads tidak mahal, yang mahal adalah:
- Strategi yang salah
- Konten yang tidak relevan
- Terlalu buru-buru optimasi
Dengan konten organik, testing konsisten, dan akun yang sehat, TikTok Ads justru bisa jadi salah satu channel iklan termurah dan paling efektif.
